Kamis, 24 Januari 2019

Beasiswa Bazma Pertamina


Aku dan Kontribusiku untuk Indonesia

            Anak Pertama. Saya dilahirkan dari orang tua yang berdarah suku Sunda dan Betawi. Saya dilahirkan tanggal 15 Februari 1999. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saya memiliki dua orang adik perempuan dan laki-laki. Adik perempuan saya masih kelas dua SMK dan adik laki-laki saya yang palling kecil masi kelas tiga SD. Sangat jauh selisih usiaku dengan usianya.
Awalnya saya merasa kehidupan keluarga saya baik-baik saja. Namun semenjak saya beranjak memasuki dunia perkuliahan, saya mulai mengerti dengan semua kondisi keluarga saya. Saya mulai mengerti arti kehidupan dunia kerja di luar sana ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya mulai mengerti arti dari sebuah kerja keras.
Saya melihat orang tua saya bekerja keras untuk memenuhi menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. Orang tua saya menginginkan anaknya tidak seperti mereka, yang dimana ibu saya hanya lulusan Sekolah Dasar dan ayah saya hanya tamat Sekolah Menengah Atas. Merke amnginginkan saya dan adik-adik saya dapat bersekolah sampai Sarjana. Ayah saya bekerja sebagai wirasswasta (membuka toko) dan ibu saya hanya sebagai ibu rumah tangga. Setiap hari saya melihat orang tua saya berangkat lebih awal ke toko dan pulang lebih malam hany demi mendapatkan sejumlah uang untuk membiayai anak-anaknya bersekolah. Jika toko sedang sepi, ayah saya meminjam uang ke tetangga hanya untuk uang makan dan biaya sekolah seminggu ke depan. Hal-hal yang seperti ini yang tidak saya ketahui.
Sebagai anak pertama, saya mulai merasakan beban yang dipikul oleh orang tua saya walaupun mereka tak pernah membagi beban tersebut. Oleh karena itu hal ini menjadi motivasi saya untuk membantu meringankan kondisi orang tua saya, saya mulai bekerja sebagai customer service di Pizza Hut Plaza Senen. Namun tidak lama kemudian saat perkuliahan akan dimulai, orang tua saya mengatakan kepada saya bahwa saya harus berhenti bekerja dan fokus belajar. Akhirnya saya berhenti dari pekerjaan saya tersebut.
Ibu saya mengatakan, “cara membantu orang tua yang paling baik ialah fokus belajar dan lulus sebagai seorang sarjana agar bisa mendapat pekerjaan yang lebih mudah karena jaman sekarang orang bekerja butuh ijazah. Terus kamu bantu adik-adik kamu bersekolah juga sampai sarjana”. Dari kata-kata itu membuat saya termotivasi untuk terus berusaha untuk mengikuti perkuliahan dengan baik dan memiliki kehidupan yang baik dari orang tua saya sehingga dapat membantu adik-adik saya agar bisa bersekolah tinggi seperti saya.
Saya yakin bahwa segala usaha yang terbaik akan menghasilkan hasil yang terbaik serta selalu berdoa dan bersyukur apa yang telah didapatkan. Saya tetap tidak berhenti, saya terus mencari beasiswa dan berjualan online untuk menambah uang saku dari hasil penjualan sendiri walaupun pendapatan tak seberapa. Saya ingin seperti orang tua saya yang tidak pernah mengenal lelah dan mengeluh hanya demi mendapatkan uang untuk menghidupi sekolah anak-anaknya. Hal itu membuat saya termotivasi untuk mengikuti beasiswa Bazma Pertamina ini.
Saya saat ini sedang berkuliah di Politeknik Negeri Jakarta dengan jurusan Teknik Grafika Penerbitan dan prodi Teknologi Industri Cetak Kemasan. Adapun sebagai mahasiswa, saya aktif di organisasi HMGP (Himpunan Mahasiswa Grafika Penerbitan) di Politeknik Negeri Jakarta sebagai Ketua Biro Bendahara. Mengikuti organisasi ini untuk mengasah kemampuan soft skill kepemimpinan saya. Tidak hanya itu, saya juga selalu mengikuti seminar yang di ajukan oleh dosen saya, hal ini saya manfaatkan untuk menambah wawasan saya.
Selain itu kontribusi yang telah saya lakukan untuk Indonesia khususnya masyarakat Bogor (wilayah pedesaan). Saya menjadi bagian dari suatu komunitas PNJ Mengajar yang dimana membantu masyarakat disana dalam hal dunia pendidikan dan bidang perekonomian yang sangat terbatas. Saya melihat dan merasakan adanya kekurangan ilmu dan wawasan untuk murid-murid yang bersekolah disana serta keterbatasan fasilitas yang dimiliki tersebut tidak menjadi penghalang mereka untuk terus belajar. Mereka sangat senang belajar dan bertanya mulai dari hal yang paling terkecil.
Mengenai kontribusi yang akan saya lakukan. Sebagai mahasiswa bidang industri cetak kemasan, saya ingin ikut andil sebagai supervisor packaging yang dimana produksi makanan atau minuman yang akan dikemas baik dari dalam negeri maupun impor luar negeri harus sesuai standar kemasan yang berlaku. Selain itu saya berharap bergabung dengan suatu komunitas yang dapat menaungi saya untuk mengadakan penyuluhan pengemasan yang baik untuk para pedagang kecil agar mereka dapat mengemas produk mereka dengan kemasan yang baik, bermutu dan terjamin kesehatannya.

Rabu, 23 Januari 2019

Perpisahan yang Tak Dinanti
. .
Hembusan udara nan sejuk pagi
Menyinari setiap sudut-sudut kp. Situhiang
17 hari lamanya kita bersama
Lama?
Tidak! Itu hanya sebentar mencicipi kebersamaan berujung waktu
Hai kawan.... Ingatlah..
Sedih
Marah
Kesal
Canda tawa
Adalah bumbu-bumbu kebersamaan  17 hari lamanya ku menahan rindu setelah itu

Ketika lelah datang, malas pasti ada
Ingatlah masi ada adik adik disini yg sudah menanti kedatangan kakak
Antusias dan semangat belajar mereka hilang sudah rasa-rasa itu
.
Buat adik-adik ku
Jangan putus semangat belajar ketika kakak hendak berpisah
Kita berpisah hanya untuk sementara
Kakak berpesan "Gapai harapan dan cita-cita kalian. "
Kakak kakak disini mendoakan kalian
Walaupum kebersamaan kita hanya dibatasi waktu 17 hari
Namun kenangan bersama kalian
Akan terukir manis dibenak kami
.
Teruntuk kawan kawan ku
Para pengabdi sejati
Pengabdian ini tak akan berhenti 17hari
Teruslah menebar kebermanfaatan dan menginspirasi orang-orang sekitar
Dan benar kata pepatah
"Tak kenal maka tak sayang"
Dari yang tak kenal hingga mendapatkan keluarga kecil hangat, sederhana,
Namun penuh makna akan belajar hidup yang sebenarnya jauh dari hidup hiruk piruk ibukota .
Rindu itu pasti ada!
Jadikan rindu ini terus mengalir tak berujung
Agar silaturahim bisa terjalin hangat.
.
Jangan merindu
Rindu itu lelah
biar aku saja yang merindu
Namun hak kawan-kawan untuk merindu
Sudah merindu dan benci ucap pisah
Tapi perpisahan ini tak akan mengakhiri segala nya .
Sampai bertemu kembali PNJ Mengajar selanjutnya .
Salam Merindu🌝
.
By : @nurulauliadna

23 Februari 2018