Aku dan Kontribusiku untuk Indonesia
Anak Pertama. Saya dilahirkan dari orang tua yang
berdarah suku Sunda dan Betawi. Saya dilahirkan tanggal 15 Februari 1999. Saya
adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saya memiliki dua orang adik
perempuan dan laki-laki. Adik perempuan saya masih kelas dua SMK dan adik
laki-laki saya yang palling kecil masi kelas tiga SD. Sangat jauh selisih
usiaku dengan usianya.
Awalnya
saya merasa kehidupan keluarga saya baik-baik saja. Namun semenjak saya
beranjak memasuki dunia perkuliahan, saya mulai mengerti dengan semua kondisi
keluarga saya. Saya mulai mengerti arti kehidupan dunia kerja di luar sana
ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya mulai mengerti arti dari
sebuah kerja keras.
Saya
melihat orang tua saya bekerja keras untuk memenuhi menyekolahkan anaknya ke
perguruan tinggi. Orang tua saya menginginkan anaknya tidak seperti mereka,
yang dimana ibu saya hanya lulusan Sekolah Dasar dan ayah saya hanya tamat
Sekolah Menengah Atas. Merke amnginginkan saya dan adik-adik saya dapat
bersekolah sampai Sarjana. Ayah saya bekerja sebagai wirasswasta (membuka toko)
dan ibu saya hanya sebagai ibu rumah tangga. Setiap hari saya melihat orang tua
saya berangkat lebih awal ke toko dan pulang lebih malam hany demi mendapatkan
sejumlah uang untuk membiayai anak-anaknya bersekolah. Jika toko sedang sepi,
ayah saya meminjam uang ke tetangga hanya untuk uang makan dan biaya sekolah
seminggu ke depan. Hal-hal yang seperti ini yang tidak saya ketahui.
Sebagai
anak pertama, saya mulai merasakan beban yang dipikul oleh orang tua saya
walaupun mereka tak pernah membagi beban tersebut. Oleh karena itu hal ini
menjadi motivasi saya untuk membantu meringankan kondisi orang tua saya, saya
mulai bekerja sebagai customer service di Pizza Hut Plaza Senen. Namun tidak
lama kemudian saat perkuliahan akan dimulai, orang tua saya mengatakan kepada
saya bahwa saya harus berhenti bekerja dan fokus belajar. Akhirnya saya
berhenti dari pekerjaan saya tersebut.
Ibu
saya mengatakan, “cara membantu orang tua
yang paling baik ialah fokus belajar dan lulus sebagai seorang sarjana agar
bisa mendapat pekerjaan yang lebih mudah karena jaman sekarang orang bekerja
butuh ijazah. Terus kamu bantu adik-adik kamu bersekolah juga sampai sarjana”.
Dari kata-kata itu membuat saya termotivasi untuk terus berusaha untuk
mengikuti perkuliahan dengan baik dan memiliki kehidupan yang baik dari orang
tua saya sehingga dapat membantu adik-adik saya agar bisa bersekolah tinggi
seperti saya.
Saya
yakin bahwa segala usaha yang terbaik akan menghasilkan hasil yang terbaik
serta selalu berdoa dan bersyukur apa yang telah didapatkan. Saya tetap tidak
berhenti, saya terus mencari beasiswa dan berjualan online untuk menambah uang
saku dari hasil penjualan sendiri walaupun pendapatan tak seberapa. Saya ingin
seperti orang tua saya yang tidak pernah mengenal lelah dan mengeluh hanya demi
mendapatkan uang untuk menghidupi sekolah anak-anaknya. Hal itu membuat saya
termotivasi untuk mengikuti beasiswa Bazma Pertamina ini.
Saya
saat ini sedang berkuliah di Politeknik Negeri Jakarta dengan jurusan Teknik
Grafika Penerbitan dan prodi Teknologi Industri Cetak Kemasan. Adapun sebagai
mahasiswa, saya aktif di organisasi HMGP (Himpunan Mahasiswa Grafika
Penerbitan) di Politeknik Negeri Jakarta sebagai Ketua Biro Bendahara.
Mengikuti organisasi ini untuk mengasah kemampuan soft skill kepemimpinan saya.
Tidak hanya itu, saya juga selalu mengikuti seminar yang di ajukan oleh dosen
saya, hal ini saya manfaatkan untuk menambah wawasan saya.
Selain
itu kontribusi yang telah saya lakukan untuk Indonesia khususnya masyarakat
Bogor (wilayah pedesaan). Saya menjadi bagian dari suatu komunitas PNJ Mengajar
yang dimana membantu masyarakat disana dalam hal dunia pendidikan dan bidang
perekonomian yang sangat terbatas. Saya melihat dan merasakan adanya kekurangan
ilmu dan wawasan untuk murid-murid yang bersekolah disana serta keterbatasan
fasilitas yang dimiliki tersebut tidak menjadi penghalang mereka untuk terus
belajar. Mereka sangat senang belajar dan bertanya mulai dari hal yang paling
terkecil.
Mengenai
kontribusi yang akan saya lakukan. Sebagai mahasiswa bidang industri cetak
kemasan, saya ingin ikut andil sebagai supervisor
packaging yang dimana produksi makanan atau minuman yang akan dikemas baik
dari dalam negeri maupun impor luar negeri harus sesuai standar kemasan yang
berlaku. Selain itu saya berharap bergabung dengan suatu komunitas yang dapat
menaungi saya untuk mengadakan penyuluhan pengemasan yang baik untuk para
pedagang kecil agar mereka dapat mengemas produk mereka dengan kemasan yang
baik, bermutu dan terjamin kesehatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar